partitionned consensus
pasca
disrupsi
8 oktober 2020
LEBIH MENDALAM

Pasca disrupsi, kehidupan memasuki dunia digital secara hampir menyeluruh. Pekerjaan, sekolahan, dll. Satu aspek penting dalam kehidupan yang merupakan pokok adalah transaksi mempertukarkan dua benda untuk memenuhi keperluan yang tidak dapat dihasilkan sendiri. Semua dituntut serba cepat tanpa meninggalkan tempat.

"Fungsi utama dari Openchain adalah bertindak sebagai suatu ledger kriptografi, seperti halnya Bitcoin Blockchain. Tetapi, ketika Bitcoin Blockchain digunakan untuk melacak kepemilikan Bitcoin, yang merupakan suatu aset[kripto] terdesentralisasi, Openchain digunakan untuk melacak kepemilikan aset di dunia nyata.”.

Pembuat software Openchain: Flavien Charlon (kedua dari kiri)

Transaksi pertukaran melibatkan perpindahan sejumlah unit X dari A ke B yang harus diselesaikan dalam waktu sekian menit dan bahkan detik. Perbankan, aneka dompet digital dari berbagai aplikasi, dll, telah hadir untuk berusaha mencoba memenuhi tuntutan tersebut.

Semua telah berhasil mengakomodir satu jenis pembayaran: fiat-currency, atau mata-uang fiat, berupa rupiah saja, dll. Aneka pembayaran lain yang hadir hanya mengakomodir satu komoditas saja, yakni emas saja.

openchain software

Gambar di atas adalah tampilan software framework blockchain Openchain. Ia dapat digunakan sebagai register generik kepemilikan. Ia dapat dibuka di desktop, tablet maupun smartphone dari browser. Uji coba software Openchain di sini.

Hingga saat ini, belum ada, yang mengakomodir pembayaran menggunakan semua jenis uang, semua jenis komoditas, semua jenis aset, termasuk aset intelektual seperti software, musik, buku, dll. Dokumen-dokumen legal yang seyogianya juga merupakan aset, yakni surat keterangan kepemilikan atas aset riil, seharusnya juga dapat masuk ke dalam platform pembayaran, yang mana penggunaannya untuk pembayaran, ditujukan kepada siapa saja, yang bersedia menerima pembayaran menggunakan aset itu.

Suatu komunitas yang telah ada, atau yang baru hendak didirikan, sudah seharusnya berotonomi memiliki platform sendiri dalam kegiatan transaksi pertukaran digital. Hambatan yang dulu pernah hadir adalah tidak adanya kepercayaan. Tetapi sekarang telah hadir teknologi blockchain di mana semua transaksi adalah transparan dan dapat dilacak. Teknologi blockchain memungkinkan organisasi-organisasi, formal atau non formal, besar atau kecil, dan komunitas-komunitas, untuk memiliki platform sendiri, untuk transaksi pertukaran. Transaksi pertukaran ini sesungguhnya sangat luas, tetapi pengajarannya hanya beberapa halaman saja. Pemahamannya itulah yang memerlukan praktek dan praktek di dunia fisik telah menjadi dibatasi untuk kemudian digantikan menjadi praktek nyata di dunia digital.

Openchain adalah software framework blockchain open-source siap pakai yang dapat digunakan oleh siapa saja tanpa harus membayar kepada pembuatnya atas penggunaan software itu. Dengan sedikit kemampuan teknis, teknologi ini dapat digunakan dengan segera dan hanya menggunakan sedikit resource dari infrastruktur teknologi digital. Semua yang diperlukan untuk membuatnya berjalan hanyalah konsensus atau kesepakatan bersama di antara para anggota masyarakat yang menggunakannya.

Tidak ada aset digital, kecuali ada aset fisiknya. Tidak ada mata-uang kripto, kecuali didasarkan pada aset fisik yang nyata. Aset fisik ditokenisasi, yakni dibuat menjadi aset digital, setelah melalui proses validasi secara legal. Ketetapan dan kepastian hukum harus terlebih dahulu ditentukan mengenai bagaimana tata-cara dan tanggung-jawab bagi penerbitan aset digital.